Bagi banyak jamaah, perjalanan umroh adalah inti dari sebuah perjalanan spiritual. Tapi bagi saya, ada satu hal yang membuatnya semakin berkesan: wisata religi tambahan. Bukan hanya soal melihat tempat-tempat indah, tapi tentang merasakan jejak sejarah Islam secara langsung, di lokasi yang pernah menjadi bagian penting perjalanan para nabi dan sahabat.
Bersama travel umroh Lombok yang berpengalaman seperti Fitour International, wisata religi tambahan bukan sekadar agenda pelengkap. Ia menjadi jembatan yang menghubungkan hati jamaah dengan kisah-kisah agung yang selama ini hanya dibaca di buku atau didengar dalam ceramah.
Mengapa Wisata Religi Tambahan Itu Penting?
Ketika berada di Tanah Suci, kita tidak hanya melakukan ibadah inti seperti tawaf, sa’i, dan shalat di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Kita juga diberi kesempatan menelusuri tempat-tempat yang menjadi saksi sejarah Islam.
Bagi saya, mengunjungi tempat seperti Jabal Rahmah atau Masjid Quba bukan hanya mengisi waktu luang. Ini adalah cara untuk menghidupkan cerita di dalam hati. Saat kita berdiri di lokasi yang sama dengan para tokoh sejarah, ayat-ayat dan hadis terasa lebih nyata.
Thaif: Kota Sejuk yang Sarat Pelajaran
Salah satu destinasi favorit jamaah adalah Thaif. Kota ini terkenal dengan udaranya yang sejuk, kebun-kebun buah, dan sejarah dakwah Rasulullah yang penuh kesabaran.
Saya masih ingat saat bus rombongan mulai menanjak menuju kota ini. Pemandangan berubah dari gurun ke pepohonan hijau, dan suasana hati pun ikut adem. Mutawif bercerita bagaimana Rasulullah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan di kota ini, tapi tetap mendoakan kebaikan bagi penduduknya.
Bagi jamaah, kunjungan ke Thaif sering menjadi momen untuk merenung — bahwa sabar dan memaafkan adalah kekuatan sejati.
Jabal Rahmah: Simbol Pertemuan Abadi
Tidak ada yang lebih menyentuh hati daripada berdiri di Jabal Rahmah, tempat diyakini bertemunya kembali Nabi Adam dan Hawa di bumi. Dari puncaknya, hamparan Padang Arafah terlihat begitu luas.
Saya bertemu pasangan lansia dari Lombok Tengah yang berdoa sambil berpegangan tangan. “Kami datang untuk memperbaharui janji pernikahan di hadapan Allah,” kata sang suami. Momen itu membuat banyak jamaah ikut terharu.
Bagi banyak orang, Jabal Rahmah bukan hanya destinasi wisata religi, tapi juga simbol kasih sayang yang kekal.
Masjid Quba: Masjid Pertama dalam Sejarah Islam
Mengunjungi Masjid Quba di Madinah adalah pengalaman yang luar biasa. Rasulullah sendiri membangun masjid ini setelah hijrah dari Makkah. Ada hadis yang mengatakan bahwa shalat dua rakaat di Masjid Quba setara dengan pahala umroh.
Bagi jamaah dari Lombok, kesempatan ini sangat berharga. Banyak yang sengaja datang pagi-pagi untuk beribadah dengan suasana tenang, kemudian menikmati suasana sekitar yang penuh pedagang kurma dan suvenir khas Madinah.
Gua Hira: Menapaki Awal Turunnya Wahyu
Bagi yang punya tenaga ekstra, mendaki Jabal Nur untuk melihat Gua Hira adalah pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Di sinilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Malaikat Jibril.
Saya masih ingat napas terengah-engah saat menapaki tangga menuju puncak. Tapi begitu sampai, rasa lelah tergantikan dengan rasa haru. Dari atas, kita bisa melihat pemandangan kota Makkah yang megah, dan membayangkan kesunyian yang dirasakan Nabi saat beribadah di sana.
Kebun Kurma di Madinah
Tidak lengkap rasanya ke Madinah tanpa mengunjungi kebun kurma. Selain bisa mencicipi langsung kurma segar, jamaah juga belajar tentang manfaat buah ini yang menjadi makanan favorit Rasulullah.
Bagi saya, kunjungan ini memberi kesan sederhana tapi dalam. Sambil duduk di bawah pohon kurma, jamaah berbagi cerita, tertawa, dan saling mendoakan. Ada rasa persaudaraan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Menghidupkan Kisah Sejarah dalam Perjalanan
Hal yang membuat wisata religi tambahan ini istimewa adalah cara Fitour International mengemasnya. Tidak sekadar membawa jamaah ke lokasi, tapi memberikan konteks sejarah yang membuat setiap tempat terasa hidup.
Saya masih ingat mutawif yang bercerita dengan suara bergetar saat menjelaskan perjuangan Rasulullah di Thaif. Cerita itu membuat banyak jamaah menangis, bukan karena sedih semata, tapi karena merasa terhubung dengan perjuangan itu.
Suasana Kekeluargaan Selama Wisata Religi
Perjalanan ke lokasi-lokasi ini juga menjadi momen kebersamaan antarjamaah. Dalam bus, ada yang saling bertukar camilan khas Lombok, ada yang saling berbagi kisah hidup, dan ada yang menyanyi shalawat bersama.
Bagi saya, momen seperti ini membuat perjalanan terasa lebih ringan dan hangat. Kita tidak hanya pulang dengan oleh-oleh, tapi juga dengan kenangan bersama orang-orang yang awalnya asing, lalu menjadi keluarga.
Manfaat Wisata Religi Tambahan bagi Jamaah Lombok
- Memperdalam Pemahaman Agama – Mengunjungi langsung lokasi sejarah membuat pelajaran agama terasa nyata.
- Meningkatkan Rasa Syukur – Melihat perjuangan Rasulullah dan para sahabat menumbuhkan rasa syukur atas kemudahan hidup saat ini.
- Mempererat Persaudaraan – Berbagi momen dan pengalaman membuat jamaah saling terikat dalam ukhuwah.
- Menciptakan Kenangan Tak Terlupakan – Setiap tempat meninggalkan cerita yang akan dibawa pulang seumur hidup.
Perjalanan dengan Hati Penuh
Bagi saya, wisata religi tambahan adalah pelengkap yang menyempurnakan perjalanan umroh. Ia memberi warna, menambah wawasan, dan menguatkan makna ibadah yang dijalani.
Dengan pendampingan yang ramah, penjelasan yang menyentuh hati, dan suasana rombongan yang hangat, perjalanan bersama travel umroh Lombok seperti Fitour International membuat setiap langkah terasa berarti.
Dan ketika pulang ke Lombok, bukan hanya oleh-oleh dan foto yang kita bawa, tapi juga kisah-kisah yang akan terus kita ceritakan — kisah yang akan mengingatkan kita pada setiap doa, setiap langkah, dan setiap air mata yang pernah jatuh di Tanah Suci.